Kamis, 17 Februari 2011

MELIHAT HANTU DI LAWANG SEWU

Perjalanan saya di Lawang Sewu sekitar bulan Mei 2010. Waktu itu saya pergi ke Lawang Sewu bersama dengan adik saya perempuan dan temannya, perempuan juga. Kami bertiga penasaran dengan kisah misteri yang selama ini banyak kami dengar dari teman-teman maupun media massa. Agar tidak bingung saat "menjelajahi" Lawang Sewu, saya dan adik saya menyewa seorang guide. Untuk masuk ke Lawang Sewu saat itu kami dipungut biaya Rp5000. Kalau guide nya dibayar secara sukarela oleh para pengunjung. Pertama-tama kami dijelaskan tentang asal usul dan sejarah Lawang Sewu, kemudian kami berfoto-foto sebentar di tangga lobi lalu lanjut ke lantai dua, di balkon lantai 2 kami kembali berfoto-foto. Di lobi lantai 2 ada tempat seperti kamar mandi, tempat itu adalah tempat meludah yang biasa digunakan oleh orang Belanda. Dari balkon utama lantai 2 kita dapat melihat pemandangan Tugu Muda yang sangat indah, di sini banyak sekali orang berfoto-foto ria. Selanjutnya kami melihat tangga spiral yang menghubungkan lantai 2 dan lantai 3. Konon ceritanya kita tidak boleh melihat ke atas saat ada di tangga itu karena akan melihat penampakan kepala. Saya pun tidak berani coba-coba untuk melihatnya. Di tangga itu kami kembali hanya berfoto-foto saja sambil mendengarkan cerita dari guide kamu bahwa tangga itu dirancang dan dibuat langsung oleh arsitektur Belanda di Belanda dan dikirim ke Indonesia. 

Sejauh itu perjalanan kami masih lancar, tidak ada rasa angker yang mengganggu kami. Lalu kami dibawa ke ruangan yang dihubungkan dengan pintu-pintu yang jumlahnya banyak sekali, dan disebelahnya ada lorong gelap dan lembab, di sebelah lorong itu ada sebuah ruangan yang cukup luas. Kata guide kami konon itu adalah tempat untuk acara dansa dan makan-makan. Saat memasukin ruangan itu entah mengapa saya dan adik saya merasa ada sesuatu yang lain. Sepertinya kami berdua bisa merasakan suasana pesta dansa yang ada di sana. Saya seperti melihat orang-orang Belanda sedang berdansa, ngobrol, dan bersenda gurau. Awalnya saya hanya berpikir bahwa itu hanya perasaan saya saja, namun ternyata adik saya juga merasa dan melihat hal yang sama. Setelah itu saya mulai curiga kalau ada yang aneh di Lawang Sewu ini. Dari ruangan pesta tadi kami naik ke lantai tiga. Di lantai 3 ada sebuah ruangan kecil dengan pintu dan jendela yang kecil pula. Di ruangan ini masih ada bekas tembakan meriam jepang yang menghancurkan besi dan dinding lantai 3 Lawang Sewu ini, dan sengaja tidak diperbaiki sebagai bukti kekejaman tentara Jepang saat mengusir Belanda dari Kota Semarang. 

Dari ruang itu selanjutnya kami ke ruangan peralatan, masih di lantai 3 juga dan ruangan ini cukup luas. Di setiap pojok ruang peralatan ini ada pintu yang menghubungkan ruangan ini dengan ruangan-ruangan kecil. Salah satu dari ruangan kecil itu adalah ruangan Noni Belanda berbaju merah yang menurut cerita yang saya dengar adalah pemilik dari Lawang Sewu. Mulanya saya tidak tahu kalau ada Noni Belanda berbaju merah yang "menunggu" lantai 3 dari lawang sewu karena guide kami tidak mau menceritakannya. Dalam kondisi kami yang tidak mengerti tentang keadaan Noni Belanda Berbaju Merah itu, ternyata adik saya melihat ada seorang wanita bule di pojok ruangan yang melihat keluar jendela. Adik saya sama sekali tidak curiga karena dia belum tau keberadaan Noni Belanda itu. Di dalam hati adik saya dia cuma berpikir "Oh ternyata ada juga bule yang berkunjung ke Lawang Sewu". Kemudian kami turun kembali ke lantai 2 dan guide kami menceritakan bahwa di lantai 3 tadi ada "penunggunya" seorang Noni Belanda. Astagfirullah, ternyata yang dilihat adik saya tadi adalah Noni Belanda itu. Kemudian adik saya bertanya kepada saya dan temannya apakah kami juga melihat wanita bule di lantai 3 yang berbaju merah, saya dan teman adik saya menjawab tidak. Kami tidak melihat seorangpun di lantai 3. Keadaan mulai menjadi tambah menakutkan dan membuat kami semakin penasaran. 

Setelah turun dari lantai 3 kami sampai di sebuah lorong yang cukup gelap. Iseng-iseng saya memotret adik saya. Tapi hasil fotonya aneh, ruangannya gelap tapi hasil fotonya terang sekali, sangat terang sampai gambar adik saya tidak kelihatan dan cahaya yang terang itu berbentuk seperti singa. Ternyata memang ada singa putih yang "menunggu" lorong lantai 2. Sungguh menakutkan, hal-hal ini terjadi di luar logika saya. Di lantai 2 entah kenapa tiba-tiba guide kami menawarkan kami untuk melihat ruang penjara bawah tanah yang dulunya digunakan oleh tentara Jepang untuk menyiksa orang pribumi sampai mati. Karena didorong oleh rasa penasaran kami bertiga pun setuju untuk melihat tempat itu, walaupun tempat itu sebenarnya sudah ditutup untuk umum. 

Sesampainya di lantai 1, kami didatangi oleh 5 orang, 2 pasang laki-laki dan perempuan yang sepertinya mereka itu pacaran dan seorang lagi laki-laki yang ingin menunjukkan kami hantu Lawang Sewu di penjara bawah tanah. Jadi jumlah kami disitu yang mau melihat ruang bawah tanah adalah 9 orang, 1 orang guide, 7 orang yang penasaran ingin melihat hantu, termasuk saya, dan 1 orang lagi yang akan berusaha memanggil hantunya. Saya pikir pintu masuknya besar jadi bisa gampang keluar masuknya. Ternyata kami dibawa ke jalan masuk illegal, seperti lubang berukuran 50cm x 50cm. Di sebelah lubang itu ada kolam dan parit kecil dan ditanami pohon pisang dipinggirnya. Ternyata kolam dan parit itu dulunya digunakan oleh tentara jepang untuk membuang kepala-kepala orang pribumi yang dipenggal di lantai 3. Lalu kepalanya dilempar dari lantai 3 ke parit dan kolam itu. Sungguh kejam, benar kalau ada ungkapan "Dijajah Belanda 350 tahun lebih sengsara dijajah Jepang 3,5 tahun". Selanjutnya kamipun satu persatu masuk, pertama guide kami masuk selanjutnya yang lainnya. Cukup sulit untuk masuk ke penjara bawah tanah itu karena lubangnya sempit dan kotor sekali. Setelah masuk di dalam, tanpa aba-aba, guide kami langsung memotret ke segala arah berkali-kali, lalu dia kembalikan kamera digitalnya ke saya dan dia buru-buru naik ke atas, kami ditinggalnya. Saya pun heran, kenapa guide kami kabur duluan. Tiba-tiba dari arah belakang kami muncul cahaya putih, tapi bukan seperti cahaya lampu atau matahari, baru pertama kali saya melihat cahaya seperti itu. Cahaya putih itu turun dari langit-langit ke bawah perlahan-lahan dan mendekati kami. Semakin dekat dan semakin dekat. Lalu kami melihat sesosok wanita melayang berambut panjang dan berbaju putih mendekati kami. Wajahnya sangat menyeramkan, mungkin wajahnya menggambarkan bagaimana penderitaannya. Lalu adik saya menyebut Astagfirullah Al Adzhim, eh si hantu malah menuju ke ke adik saya. Saya dan adik saya pun berlari keluar terburu-buru sampai celana saya kotor kena tanah. Benar-benar mengerikan sekaligus menegangkan dan menyenangkan. 

Itu pertama kalinya saya melihat hantu dalam kondisi sadar 100% tanpa pengaruh apa-apa dari orang lain. Ternyata memang benar alam gaib itu ada dan kita semua adalah ciptaan Allah SWT. Mulai sejak itu, kejadian itu menjadi pelajaran buat saya bahwa saya harus lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah SWT. Ini beberapa video dan foto yang berhasil saya ambil sewaktu berkunjung ke lawang sewu.

Sesosok wajah muncul dari balik lubang di penjara jongkok

Sesosok bayangan muncul di dinding penjara bewah tanah

Tampak bayangan seorang wanita sedang terduduk disamping pintu penjara


Ini adalah video di lantai 3 sebelum kami memasuki ruang peralatan. Disini kami melihat sebuah menara yang digunakan untuk menampung air dan menyalurkan air-air tersebut ke keran-keran yang ada di gedung Lawang Sewu. 

Selanjutnya ini adalah video di lantai satu saat kami sedang berjalan menuju ke penjara bawah tanah.(to be continued)

7 komentar:

  1. follow gw juga ya... btw, blog lo lebih improved.. i like it...

    BalasHapus
  2. btw, pengen banget gw ke lawang sewu.
    Gin,
    kl bisa, post tentang cara naikin badan yg gak mesti pake suplemen dong...

    BalasHapus
  3. iya kalo ada waktu sempatin ke Lawang Seu.. kalo kesana ajak temen2 dan sea guide.. minta sama guideyna dibaa ke penjara bawah tanah.. sukur2 guide nya mau..
    Naikin berat badan yang ngga pake suplemen maksudnya naikin massa lemak tubuh ya? kalo mau naikin berat badan dibanyakin nutrisinya aja, di-fooding, makan sehat 4 sehat 5 sempurna n banyak istirahat. Pasti langsung naik Berat badannya.. tapi jangan kebablasan bisa2 perutnya yang tambah buncit hehe..
    Di artikelku cara naikin berat badan iu ada yang judulnya ada "bulking" nya tapi masih belum rampung.. belum ada waktu buat nyelesaiinnya.. tapi akan saya usahakan untuk merampungkannya ASAP..

    BalasHapus
  4. lawang sewu saja dah menakutin apa lg lawang sepuluh ribu bisa-bisa petak umpet kali ya?

    add fb q ya comander8880@yahoo.com

    thx bgt pengalamannya.

    BalasHapus
  5. iya sih aku lihat juga di foto ke 2 dan ke 3 ada sebuah bintik2 kaya balon, yang sebenarnya itu adalh orbs, orbs adlh sebuah tingkat pertama sebelum menjadi sosok setan. trus td q lihat fotonya bnyak sekali orbs nya, q simpulkan energi gaib dr tempat bawah tanah lawang sewu td sngat bnyak, kita ibaratkan sebuah markas.

    BalasHapus
  6. @Information: sip FB nya udah saya add.. wah thanks ya infonya ttg orbs :) jadi nambah wawasan..

    BalasHapus